Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan

Kuliner ‘bernafaskan’ durian sepertinya makin merajalela di Jombang. Si Buah Berduri ini umumnya diolah menjadi minuman seperti Sup Durian, Es Degurian, Jus Durian, Kolak Ketan Durian, maupun Es Kopi Durian (asal jangan es kopi Vietnam deh). Lalu bila durian yang legit diolah menjadi makanan berupa Bakso Durian, seperti apa rasanya???


Sebagai kota yang makin optimis dengan duriannya, warga Kota Santri makin kreatif menciptakan aneka olahan Si Raja Buah dengan segala modifikasinya. Adalah Si Cantik Bu Iis Marta yang membuka Café Love Gym di Bareng yang melakukan inovasi pengolahan Si Raja Buah ini dengan mengkreasikan buah berkulit duri ini menjadi bakso durian.

Bu Iis Marta : Cantik seperti bule
Pembuatan Bakso Durian terinspirasi dari melimpahnya stok durian di Jombang ditambah lagi seluruh keluarga Bu Iis Marta adalah penggila durian. Karena ingin berbeda dan menciptakan keunikan kuliner, Bu Iis Marta mulai melakukan eksperimen  pengolahan bakso durian. Dari hasil trial Bakso Durian yang unik, akhirnya mendapat respon positif pengunjung. Varian menu yang berbeda dari bakso lain ini kemudian favorit pelanggan.

Cafe Love Gym
Berada di ‘balik’ Pasar Bareng, Café Love Gym penyedian Bakso Durian Bu Iis Marta tak sulit untuk ditemukan. Dari Pasar Bareng lali masuk Jalan LetJend Siswondo Parman depan Alfamart Pasar Bareng. Lurus saja hingga aneka banner café terlihat. Bu Iis Marta mengelola cafenya bersama seorang asisten, sedangkan suaminya yang menggeluti dunia body building membuka Aldiraga Gym di samping Café Love Gym.


Bersama suami mengelola bisnis
Cafe Love Gym yang menyediakan Bakso Durian Bu Iis Marta ini tak pernah sepi pengunjung. Penggila Si Raja Buah yang penasaran dengan bakso durian berasal dari berbagai kota seperti Kediri, Malang, Nganjuk, Surabaya, bahkan ada pula yang dari Palembang. Kedai bakso unik yang masih pertama ada di Jombang ini pun makin ramai karena banyak media lokal yang meliput sehingga Café Love Gym cukup terkenal di channel Youtube.

Bersebelahan dengan pusat kebugaran Aldiraga




Saat semangkuk bakso durian dihidangkan, sekilas penampilannya sama dengan bakso pada umumnya. Bedanya, tercium sedikit aroma durian dari asapnya. Ketika bakso dibelah, duriannya seakan muprul terlepas dari baksonya.

Duriannya muprul
Durian yang manis dan daging sapi yang gurih menciptakan citarasa yang aneh di lidah, tapi tak mengurangi keunikan dan kenikmatannya. Penggemar bakso dan penggila durian seakan dimanjakan dalam satu hidangan berupa olahan bola daging yang berisi durian asli di dalamnya.


Isi duriannya muprul

Pembuatan Bakso Durian ini dilakukan sendiri oleh Bu Iis Marta dan prosesnya sama seperti produksi bakso pada umumnya. Adonan Bakso dibuat dari daging sapi yang digiling lembut lalu dicetak dengan memberikan sebuah cekungan menggunakan kantong plastik. Cekungan yang dibuat saat pencetakan dimaksudkan sebagai tempat adonan daging durian sebagai isi bakso. Karena proses pencetakan ini, bakso durian tampak memiliki ruas-ruas di salah satu sisinya.

Ada guratan berupa ruas-ruas sisa cetakan

Si Raja Buah yang digunakan adalah durian segar yang dibelah lalu diambil dagingnya. Daging durian ditumis tanpa bumbu kemudian diolah menjadi adonan durian. Untuk untuk menjaga rasa durian asli, adonan diolah tanpa tambahan pemanis buatan, pengawet atau perisa makanan. Adonan durian dimasak dalam wajan yang sudah dipanaskan, supaya rasa durian tetap terjaga. Adonan inilah  nantinya dimasukkan ke dalam cekungan cetakan bakso yang sudah disiapkan sebelumnya.

Bakso siap disajikan

Setelah adonan bakso cekung diisi adonan durian kemudian ditutup kembali dan dibentuk seperti bola, lalu dikukus hingga masak. Setelah matang, bakso ‘dikumpulkan bersama rekan-rekannya’ di dalam panci bakso pada umumnya.


Bakso durian warnanya agak kekuningan


Bakso Durian pun siap dihidangkan bersama mie, bumbu, kuah, sedikit seledri, keripik goreng, bakso kecil dan dua butir cilok. Semangkuk bola daging langka nan unik berupa bakso durian ini dibaderol seharga selembar sepuluh ribu rupiah, dan kini menjadi makanan andalan Kedai Bu Iis Marta.


Menu

Rupanya, Bu Iis Marta tak hanya menyediakan bakso durian saja di Cafenya. Olahan bakso original, bakso beranak, dan bakso selimut juga tersedia di kedai ini. Bahkan ada pula Bakso Gudeg. Namun memang magnet pengunjung masih dipegang Bakso Durian, karena masih menjadi kuliner langka nan unik di Kota Santri. Keunikan Bakso Durian Bu Iis Marta masih satu-satunya di Jombang.

Banner

Di sisi minuman, sajian olahan durian juga tak kalah variatifnya. Selain kolak ketan khas Wonosalam, ada juga jus durian, durian siram dan durian bakar. Kolak ketan durian berupa ketan dan durian disajikan bersama dengan kuah santan. Kolak ketan sendiri, banyak dijual di berbagai kedai di Wonosalam.

Ketan Durian ala Bu Iis Marta

Kolak Ketan juga makin populer di Jombang terutama di Wonosalam setelah menjadi kuliner andalan yang menjuarai Kontes Kuliner Regional Jawa Timur. Meski bukan di Wonosalam dan masih di Bareng, kita bisa menikmati makanan andalan lereng Anjasmoro ini di Kedai Bu Iis Marta. 

Smoothies Durian

Sedangkan jus durian yang sebenarnya smoothies yang terbuat dari durian segar yang diblender. Smoothies merupakan istilah yang digunakan untuk minuman yang terbuat dari buah yang diblender bersama air. Minuman berupa smoothies durian ini masih jarang di Jombang dan bisa dinikmati di Warung Tombo Luwe Wonosalam dan Keda Bu Iis Marta Bareng.

'Jus' Durian
Durian Siram



Durian siram juga salah satu menu langka dari warung ini. Durian siram merupakan potongan durian bersama ketan yang disajikan dengan dibubuhi keju dan susu kental manis coklat. Bisa dikatakan durian siram adalah ketan durian dengan topping keju-kental manis dengan sedikit atau tanpa kuah santan.

Dengan disiram keju dan susu kental manis coklat

Durian Topping Keju dan Coklat

Adik bayi menikmati Durian : Enak ya dik????
Durian bakar juga tak kalah unik dan langka. Bahkan bisa dikatakan, inovasi durian bakar Jombang dimulai di Bareng. Terbukti Bareng kini mulai merangkak untuk makin populer sebagai jujugan wisata kuliner durian bakar karena ada dua penjual durian bakar di kecamatan tetangga Wonosalam ini. Dua penjual penyaji Durian Bakar itu adalah Bu Berta dan Bu Iis Marta.


Di Café Bu Iis Marta juga tersedia durian segar yang bisa dibeli, maupun dipilih untuk dibakar. Kita bisa memilih durian yang akan dibakar, antara durian utuh atau durian yang sudah dikupas, karena nantinya akan terkait besaran porsi. Jadi harganya akan tergantung dengan besar buah durian yang dipilih.

Durian bakar : Tergantung durian yang dipilih

Pastinya durian bakar di café bu Iis Marta adalah durian yang dibakar kemudian disajikan dengan beberapa buah lain seperti avokad, buah naga dan apel, lalu dibubuhi susu kental manis coklat di atasnya. Durian bakar ini bisa dikatakan mirip dengan salad buah durian.

Durian bakar siap saji

Durian bakar

Bayi Super : Penggila durian

Bertempat di Jalan Let.Jend. Siswondo Parman, Dusun Mojoanyar, Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, lokasi yang strategis mendukung Café Love Gym makin ramai karena berada tak jauh pula dari Bale Tani sebagai salah satu magnet pariwisata Jombang dan Wonosalam yang merupakan penghasil durian di kota yang menggunakan BERIMAN sebagai jargonnya.

Penasaran dengan rasa Bakso Durian Bareng



Saat berwisata kuliner yang unik ini, kita bisa duduk di gazebo yang ada di depan Café Love Gym. Tampak mas-mas yang berbadan kekar berlalu lalang di pusat kebugaran yang dikelola oleh suami Bu Iis Marta. Menikmati aneka olahan durian dengan sambil menikmati pemandangan sawah yang hijau dan kendaraan yang berlalu lalang, merupakan kemewahan yang mungkin susah didapatkan karena target kerja di weekdays 😢.

Dik, bilang bapakmu jangan merokok terus. Yang terpaksa ngisep asapnya ini megap-megap!

Sayangnya, kadang ada penggila durian lain yang merusak suasana dengan menciptakan polusi udara yang meracuni pernapasan 😠. Untuk mengamankan diri dan bayi, Jombang City Guide pun mengungsi di bale-bale seberang kedai.

Pengungsi Korban Asap Beracun


Bu Iis Marta yang cantiknya seperti orang bule ini rupanya seorang business woman. Di bidang perkulineran ternyata Café Love Gym adalah cabang dari Warung Tombo Luwe Pucangrejo Wonosalam. Tak heran, menu yang disajikan ada kemiripan, seperti kolak ketan durian, jus durian dan durian bakar. Selain itu, di samping kesibukannya di kedai-kedainya, Bu Iis Marta juga melayani rias pengantin dan karnaval.

Langsung Kebanting nih : Jelas Kalah Cantik, Kalah Mancung 😆


Bagi yang kemalaman, tak sempat atau tak bisa menjangkau Wonosalam karena terlalu jauh, bisa mampir ke Café Love Gym untuk mengobati kerinduan makan Si Raja Buah atau membasmi penasaran dengan Bakso Durian sambil mencicipi sajian aneka olahan Si Buah Berduri ini di Café Love Gym.


Bapak vs Anak : Rebutan makan bakso durian

Masih penasaran??? Monggo mampir ke café Love Gym. Kalau andok di sini, ada wifi gratisnya juga lhow…. Sambil menikmati durian, mungkin mau body building sekalian di Aldiraga Gym??? Hehhehehe…..

Gimana, masih penasaran????
Bakso Durian by Bu Iis Marta
Café Love Gym
Samping Aldiraga Gym and Fitness
Jl. Soekarno-Hatta, Bareng
Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang
Buka Pukul 09.00 WIB – 21.00 WIB
085607151155




Madu Samsi, adalah madu hasil peternakan lebah yang berasal dari Hutan Wonosalam. Lebah-lebah spesies jumbo diternakkan, lalu digembalakan ke daerah yang sedang musim bunga. 


Semua jenis lebah bisa diternakkan dan digembalakan, termasuk lebah lokal Wonosalam. Namun Samsi Madu menggunakan lebah spesies jumbo berjenis Avis melivera karena memiliki kantong abdomen yang lebih besar dari lebah madu lokal, sehingga bisa membawa nektar madu lebih banyak. Selain itu jenis Avis melivera berkarakter jinak dan kerjanya lebih giat, sehingga produktivitasnya lebih tinggi dan menghasilkan madu lebih banyak.

Pak Samsi
Adalah Pak Samsiran, seorang tenaga pengajar asli Magetan yang bergelut dengan makhluk yang menjadi nama salah satu surat dalam Al-Quran ini. Dulunya, Jombang mengalami kekurangan tenaga pengajar. Banyak guru didatangkan dari berbagai kota dan Pak Samsi adalah salah satu dari rombongan guru pendatang tersebut. Karena mendapat penempatan di Wonosalam, akhirnya terdamparlah Pak Samsi ini di Jombang.


Sejak tahun 1984, Pak Samsi mengajar di Jombang. Sebagai tenaga pengajar, tentunya hidup dalam perantauan tidak mudah. Setelah pulang mengajar, kebosanan melanda Sang Guru hingga akhirnya muncul ide untuk berternak lebah, mengingat potensi Wonosalam sebagai kawasan hutan yang subur.


Bagi kebanyakan orang, lebah dianggap cukup berbahaya karena sengatannya. Namun bagi Pak Samsi, lebah kini adalah kawan baiknya. Meski awalnya tidak mudah, namun dengan pengalaman dan ketekunannya teknik berternak lebah kini menjadi keahlian sampingannya. Dari inisiatifnya mengisi waktu luang inilah, Pak Samsi mendapat banyak pengalaman dan tambahan penghasilan.

Rumah Madu Samsi milik Pak Samsiran

Bertempat di Desa Sambirejo, di sebuah rumah yang sejuk dengan tembok segi enam ala sarang lebah dan berseberangan dengan masjid, Pak Samsi membuka ‘showroomnya’. Di Rumah Madu Samsi ini, para pengunjung bisa membeli madu-madu hasil ternak Pak Samsi dengan berbagai varian rasa bunga dengan harga agen. Varian ini terbagi berdasarkan hasil penggembalaan lebah di satu area bunga apa yang sedang mekar di lokasi di mana madu itu diternakkan.

Dinding ala Sarang Lebah


Ternak Madu Samsi dilakukan tidak hanya di Jombang, tapi di berbagai kota dimana sedang musim bunga. Salah satu tempatnya ada di Megaluh-Karangdagangan. Jadi lebah-lebah itu dikirim ke berbagai kota, dipindahkan mengikuti kemana musim bunga mekar. Lebah-lebah itu ditempatkan dalam satu kotak dimana tiap kotak terdiri dari satu koloni yang dipimpin seekor ratu.

Sekotak Koloni

Koloni ini dikirim ke berbagai daerah yang sedang bermekaran bunga setempat, sehingga nektarnya bisa diambil oleh lebah. Pengiriman menggunakan jasa kereta api Herona Express supaya bisa langsung sampai.

Kotak-Kotak Koloni Lebah di Megaluh-Karang Dagangan
Sebelum berangkat, malamnya kotak madu yang sudah berisi sarang lebah ditutup lubangnya supaya lebah tidak berterbangan. Esoknya ketika sampai di habitat baru, lubang dibuka dan lebah sudah langsung berkelana mencari madu sendiri.

Si Gadis Ambon

Setelah lebah-lebah menghasilkan madu di sarangnya, kemudian dilakukan proses panen dan langsung ditempatkan ke dalam botol untuk siap dijual. Botol yang digunakan untuk kemasan adalah botol berbahan kaca sehingga bisa menghindari paparan bahan kimia non-BPA yang terkandung dalam plastik. Ini dilakukan untuk menjamin kualitas madu yang benar-benar murni, karena madu Samsi adalah madu tanpa zat aditif, pewarna, pengawet, pemanis, maupun zat tambahan lainnya.


Awas Dek, itu botol beling. Jangan disepak lho yaa...

Madu Samsi dijamin asli langsung dari peternakan. Sedangkan proses panen ini bisa kita lihat di video Panen Madu Unggulan atau melihatnya langsung ketika penggembalaan dilakukan di wilayah Jombang seperti ketika Panen Madu di Megaluh-Karang Dagangan.




Sebagai madu murni, tentunya Madu samsi juga mengandung nektar bunga dan ada tambahan berupa Bee Polen dan Royal Jelly. Varian madu super juga tersedia di Madu Samsi. Madu Super ini adalah varian yang mengandung tepung sari bunga yang terbawa oleh lebah saat ‘mengunduh’ nektar dan makanan khusus ratu lebah.

Madu Super

Kebetulan, ternak lebah yang sedang dilakukan ada di Kota Pati sehingga Jombang City Guide tidak bisa melihat langsung peternakannya. Mungkin nantinya saat penggembalaan dilakukan di Megaluh, Jombang City Guide akan melihat langsung prosesnya. Tak perlu kecewa karena kita tetap bisa melihat lebah lokal yang diternakkan Pak Samsi di seberang rumah Madu Samsi.

Di seberang Samsi Honey House



Di sebuah kotak kecil tempat lebah bersarang, Pak Samsi mencoba menunjukkan pada Jombang City Guide bentuk rumah lebah lokal ternakannya. Lebah lokal ternakan pak samsi ini berukuran lebih kecil daripada koloni lebah yang dikirim ke berbagai kota.

Pak Samsi mencoba memperlihatkan koloni lebah lokalnya

Lebah lokal ini yang akan mengambil madu dari nektar bunga yang sedang bermekaran di Wonosalam. Kebetulan bunga yang sedang mekar adalah bunga kopi, sehingga madu yang dihasilkan adalah madu kopi dan biasanya akan ada sedikit rasa kopi di dalamnya.

Hiii takut yaa

Konsepnya, madu yang digembalakan di sebuah daerah satu dengan yang lain memiliki rasa yang berbeda. Misalnya, madu hasil penggembalaan di daerah yang banyak tumbuh pohon durian, maka rasa madunya akan berbeda dengan lebah yang digembalakan di daerah yang banyak tanaman kelengkeng.


Mengingat pohon kopi yang tumbuh di Wonosalam kebanyakan adalah jenis kopi ekselsa yang identik dengan aroma nangka, bisa jadi madu kopi Pak Samsi ini punya rasa nangka di dalamnya. Jombang City Guide nyoba beli satu. Hehhehe……



Harga tergantung ukuran besar kecilnya botol, dan varians madu. Maksudnya, bila madu mengandung tambahan berupa Bee Polen dan Royal Jelly maka dikategorikan madu super dan harganya diatas madu varians biasa yang murni.




Ternyata Madu Samsi tersedia dalam beberapa jenis kemasan. Ada lima varians ukuran yaitu :
1.     1.  Kemasan Botol Jumbo
Kemasan ini merupakan kemasan paling besar dimana botol jumbo ini terbuat dari botol kaca seperti botol-botol yang duipakai pennjual bensin eceran.


2.      Kemasan Botol Besar
Botol yang digunakan untuk kemasan botol besar adalah botol kaca yang biasa digunakan untuk botol sirup. Kemasan inilah yang biasanya paling populer dijadikan oleh-oleh.



3.      Kemasan Botol Tanggung
Ukuran botol kemasan tanggung ini memang lebih kecil dari botol sirup tapi lebih besar dari botol sedang. Biasanya orang yang merasa kemasan botol besar agak kebesaran dan merasa botol sedang terlalu kecil, maka akan memilih kemasan botol tanggung ini. Botol kemasan tanggung ini sekilas seperti terbuat dari plastik, padahal sebenarnya sama dengan yang lainnya yang terbuat dari kaca.



4.      Kemasan Botol Sedang
Botol sedang ini seukuran kemasan botol-botol yang digunakan untuk minyak oles. Botol kemasan sedang ini terbuat dari kaca.



5.      Kemasan Botol Kecil
Ini adalah kemasan botol kecil yang terbuat dari kaca, yang ukurannya seperti botol minuman vitamin C cair yang dijual di pasaran.




Madu-madu yang berada dalam kemasan ini tersedia dalam aneka ragam rasa seperti  randu, mangga, kaliandra, kelengkeng, kopi, kangkung, rambutan, dan durian. Rasa dan warna madu bisa bermacam-macam, tergantung nektar bunga yang sedang mekar yang diserap oleh lebah madu. Pengunjung juga bisa mencicipi madu ini dari tester yang sudah disediakan Pak Samsi dan keluarganya.

Madu Bunga Mangga
Beda rasa juga bisa menjadikannya beda warna

Beberapa pengunjung juga merupakan distributor resmi Madu Samsi Wonosalam ini. Bila tak ingin jauh-jauh untuk mendapatkan madu Wonosalam ini, kita bisa datang ke distributor Madu Samsi yang sudah banyak di berbagai kota termasuk di Jombang. Salah satunya di Depot Rawon Rosobo, Mojoagung.



Madu Samsi ini sudah melebarkan sayapnya hingga ke luar pulau. Madu-madu dengan berbagai rasa dan aneka ukuran sudah dikirim Pak Samsi menuju lokasi para resellernya. Rintisan usaha peternakan madu ini adalah usaha yang mendatangkan keuntungan yang akhirnya bertahan hingga kini.


Madu hasil peternakan Pak Samsi ini bisa dijadikan oleh-oleh bagi kerabat, terutama madu 'rasa' kopi yang memang hasil penggembalaan di hutan Wonosalam. Madu Murni, asli Wonosalam. Tertarik mencobanya?? Atau mau dijadikan obat??? Monggo Madu Samsinya...


“Dari Perut lebah itu keluar madu yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang memikirkan” Q.S. An-Nahl:69




Samsi Madu
Jalan Kelud, Desa Sambirejo, Wonosalam
Pak Samsiran : 081 2319 7923 - 08 2234567 492
www.madujombang.blogspot.com